Rabu, 04 April 2012


KESEBANGUNAN SEGITIGA

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Matematika 3


Dosen Pengampu:
KURNIA HIDAYATI, M.Pd
Disusun oleh:
Ethi Setiorini                     (210610030)

JURUSAN TARBIYAH/PGMI-A
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PONOROGO
Maret 2012
     
BAB I
PEMBAHASAN
  1. SEGITIGA YANG KONGRUEN
Perhatikan gambar di bawah ini:

Gambar:segienam.jpg
Bangun segi enam  di atas terdiri dari bangun segitiga yang mempunyai besar yang sama. Jika dilakukan pergeseran salah satu dari bangun segitiga tersebut, maka segitiga tersebut akan menempati segitiga yang lain. Segitiga-segitiga yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama disebut segitiga-segitiga yang kongruen (sama dan sebangun).

  Untuk dapat memahami sifat-sifat dua segitiga yang kongruen, perhatikan Gambar atas. Karena segitiga-segitiga yang kongruen mempunyai bentuk dan ukuran yang sama maka masing-masing segitiga jika diimpitkan akan tepat saling menutupi satu sama lain.
Dari gambar disamping dapat diketahui panjang AC=XY. BC=ZX, YZ=AB. Dan  ABC =  YZX,  BCA =  ZXY , dan  CAB =  XYZ
Oleh karena dapat disimpulkan bahwa dua buah segitiga kongruen jika: 
1.      sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang.
2.      sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
















Syarat-syarat segitiga yang kongruen:
  1. Ketiga pasang sisi yang bersesuaian sama panjang (sisi,sisi,sisi).
Gambar:sigitiga 8.jpg 

Berkas:16.jpgsegitiga ABC kongruen dengan segitiga DEF, karena perbandingan sisi-sisinya sama.
  1. Dua sisi yang bersesuaian sama panjang dan sudut yang dibentukoleh sisi-sisi itu sama besar (sisi, sudut, sisi).
ﮮA=ﮮA',  panjang sisi AC=A'B', sisi BC=sisi B'C'. Karena sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang,dan salah satu sudutnya sama panjang maka ∆ ABC dan ∆ DEF kongruen
  1. Dua sudut yang bersesuaian sama besar dan sisi yang menghubungkan kedua titik sudut itu sama panjang (sudut, sisi, sudut).
   BC =B'C' ,  C =  C'. Dan B =ﮮB'


  1. KESEBANGUNAN SEGITIGA

Kesebangunan merupakan salah satu konsep yang penting dalam matematika khususnya geometri. Kita dapat mengukur tinggi tiang bendera tanpa menurunkan tiang bendera. Kita dapat membuat model suatu benda dengan bentuk yang sangat mirip. Kita dapat mengetahui bentuk keseluruhan wilayah Indonesia melalui peta. Semua itu dapat dilakukan karena adanya konsep kesebangunan. Dua buah atau lebih bangun datar dikatakan sebangun jika sisi-sisi yang bersesuaian memiliki perbandingan yang sama.
       Kedua segitiga tersebut sebangun karena sudut-sudutnya      sama besar. Oleh karena itu perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian harus sama. 
Berkas:Sigitiga 5.jpg
Dari gambar tersebut terlihat bahwa ruas garis .DE // AB sehingga diperoleh
ﮮ ACB = ﮮ DCE (berimpit)
ﮮ CAB = ﮮ CDE (sehadap)
Karena dua sudut yang bersesuaian dari ∆ ABC dan ∆ DEC sama besar maka kedua segitiga itu sebangun. Karena sebansun maka berlaku
Gambar:11.jpg

Kedua ruas dikalikan (a + d)(c + b) sehingga diperoleh

Gambar:12a.jpg
Selengkapnya dinyatakan dalam dalil berikut:
Dalil 1: Jika dua segitiga memiliki sudut-sudut bersesuaian yang sama besar, maka sisi-sisi yang bersesuaian akan sebanding.
Dalil 2: Jika dua segitiga memiliki sudut-sudut bersesuaian yang sama besar, maka kedua segitiga itu sebangun.
Dalil 3: jika pada dua segitiga ada dua pasang sudut yang sama besar, maka kudua segitiga itu sebangun.
Dalil 4: jika dua buah segitiga memiliki sisi-sisi bersesuaian yang sebanding, maka sudut-sudut bersesuaiannya akan sama besar.
Dalil 5: jika dua buah segitiga memiliki sisi-sisi bersesuaian yang sebanding, kedua segitiga itu sebangun.
Dalil 6: jika dua segitiga memiliki dua pasang sisi sebanding  dan sudut yang diapit oleh kedua sisi itu sama besar, maka kedua segitiga itu sebangun.
C. Kesebangunan Khusus dalam Segitiga Siku-Siku
Berkas:Sigitiga 2.jpg
a AD2 = BD x CD
b. AB2 = BD x BC
c. AC2 = CD x CB.
CONTOH:
Pada gambar di bawah diketahui AB = 6 cm dan BC. Tentukan
a. AC;
b. AD;
c. BD.
Gambar:sigitiga 3.jpg
Jawab:
a. AC2 = AB2+BC2
          = 62 + 82
          = 36+64
          = 100
    AC = √100 = 10
b. AB2 = AD x AC
      62 = AD x 10
      36 = AD x l0
     AD =36/10
           = 3,6 cm
     DC = l0 cm - 3,6cm
           = 6,4 cm

           c. BD2 = AD x DC
           = 3,6 x 6,4
           = 23,04
                BD = √23,04 = 4,8 cm

D.  PENERAPAN KESEBANGUNAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali pemanfaatan konsep kesebangunan. Pembuatan miniature atau sketsa  suatu bangunan, penggambaran peta suatu daerah semuanya menggunakan konsep kesebangunan.


Contoh soal:


       Perhatikan gambar. Diketahui segitiga  ABC dengan B = 40o dan C = 65o. Pada segitiga  PQR diketahui  Q = 75o danR = 40o. Tentukan:
a. Apakah segitiga ABC  dan segitiga   PQR sebangun?
b. Jika sebangun tuliskan perbandingan sisi-sisi bersesuaian yang senilai
     Bagaimana menurutmu, apakah kedua segitiga itu sebangun?
Dapatkah kalian menulisakan perbandingan sisi-sisi yang senilai? 
Jawab :
a. Pada segitiga ABC, B = 40o dan  C = 65o, maka besar
                    A = 180o – (40o + 65o)
                         = 180o – 105o
                         = 75o
   Pada segitiga PQR, Q = 75o dan R = 40o, maka besar
                    P = 180o – (75o + 40o)
                         = 180o – 115o
                         = 65o
 A =  Q = 75o B =  R = 40o dan  C =  P = 65o
Karena ketiga sudut pada kedua segitiga sama besar, maka segitiga   ABC dan segitiga  PQR sebangun.
  b. Karena segitiga ABC dan segitiga PQR sebangun, maka perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian akan senilai, yaitu:
AB = BC = AC
QR   PR     PQ


.  2. Gambar:sigitiga 4.jpg   Diketahui ∆ ABC sebangun dengan ∆ DEF. Tentukan   EF ?
jawab:
Gambar:10.jpg
3.  Tinggi tiang listrik adalah t sehingga diperoleh perbandingan sebagai berikut.
Gambar:14.jpg
Gambar:15.jpg
Jadi, tinggi listrik adalah 6 cm.










DAFTAR PUSTAKA
BUKU LAPIS, MATEMATIKA 3.
Irianto,Bambang dan Rahmat Kamil, Matematika 3 untuk SMP/MTS kelas IX, Bandung: ARCAYA MEDIA UTAMA

“SEMOGA BERMANFAAT”



1 komentar:

  1. Diket : Trapesium ABCD sebangun dengan trapesium EFGH. AB = 12cm, AD = 8cm, EF = 18cm.
    Ditanya : EH...?
    Jawab : EH/AD = EF/AB
    EH/ 8cm = 18cm/12cm
    EH = 18cm x 8cm/12cm
    = 144/12cm
    Jadi panjang EH = 12cm

    By: Nurul listiyani

    BalasHapus